Pajak sarang Burung Walet

  1. Pajak Sarang Burung WaletPasal 51

    Dengan nama Pajak Sarang Burung wallet dipungut pajak atas pengambilan dan / atau pengusahaan Sarang Burung Walet.

    Pasal 52

    • Objek pajak sarang burung walet adalah pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung walet.
    • Tidak termasuk objek pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengambilan sarang burung walet yang dikenakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP);

    Pasal 53

    • Subjek pajak sarang burung walet adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan/atau mengusahakan sarang burung walet.
    • Wajib pajak sarang burung walet adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan/atau mengusahakan sarang burung walet.

    Pasal 54

    • Dasar pengenaan pajak sarang burung walet adalah nilai jual sarang burung walet.
    • Nilai jual sarang burung walet sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan perkalian antara harga pasaran umum sarang burung walet yang berlaku di daerah dengan volume sarang burung walet.
    • Nilai jual sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

    Pasal 55

    Tarif pajak sarang burung walet ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen).

    Pasal 56

    • Besaran pokok sarang burung walet yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.
    • Pajak sarang burung walet yang terutang dipungut di wilayah daerah.

    Masa Pajak untuk Pajak Sarang Burung Walet adalah 1 (satu) bulan kalender